Belajar Wirausaha di Bangku Sekolah, SMAN Klakah Dorong Siswa Ciptakan Peluang Sendiri

Klakah, 17 Juli 2025 — SMA Negeri Klakah kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali siswa dengan keterampilan masa depan melalui program Pendekar Kreatif, sebuah kegiatan inspiratif hasil kolaborasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) Kabupaten Lumajang serta pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi di Laboratorium Biologi SMAKLA dan diikuti oleh seluruh siswa program Double Track kelas XII sebanyak 132 peserta.
Sesi Pertama : Membangun Mindset Wirausaha Sejak Dini
Sesi pertama dimulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB, dan dibuka secara resmi oleh Ibu Wahyu Ekawati, S.E. bersama Kepala SMAKLA, Ibu Riska Mareitha, M.Pd., Dip.ELT. Narasumber utama, Bapak Ari Setiawan dari DISPERINDAG Lumajang, membagikan wawasan mengenai pentingnya menumbuhkan jiwa wirausaha sejak masa sekolah.
Dalam paparannya, Pak Ari menyampaikan pesan kuat yang menggugah semangat siswa, “Nggak perlu pendidikan tinggi, yang penting ada kemauan.”
Sesi ini juga diwarnai dengan testimoni inspiratif dari para pelaku usaha muda. Di antaranya seorang lulusan SD yang sukses mendirikan pabrik keripik singkong dan pabrik air minum di Wonorejo, Senduro. Ada pula kisah seorang siswa SMA di Surabaya yang menjalankan usaha katering makan siang untuk siswa SD dengan omzet mencapai Rp9 juta per bulan, serta pelajar SMK di Sidoarjo yang meraup penghasilan hingga Rp15 juta per bulan dari berjualan baju secara daring.
“Ilmu yang diberikan oleh Bapak-Ibu guru, terutama trainer Double Track, harus diterapkan. Ubah diri dan tirulah anak-anak yang sudah mulai bekerja sejak sekolah. Cobalah berbisnis mulai dari sekarang,” pesan Pak Ari.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya persiapan masa depan, konsistensi dalam berkarya, serta keberanian untuk memulai. Tujuan utama dari sesi ini adalah agar siswa tidak kebingungan mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
Sesi Kedua : Sharing Usaha Bersama Owner Piranti Bake
Memasuki pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, sesi kedua menghadirkan narasumber inspiratif, Kak Elva, owner dari Piranti Bake asal Lumajang. Ia kini dikenal luas berkat produk andalannya, mille crepes.
Dalam penyampaiannya, Kak Elva menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari menjual jersey bola dan baju band, sebelum akhirnya beralih ke dunia kuliner. Ia menekankan pentingnya memulai dari lingkungan terdekat, karena dari situlah usaha bisa berkembang.
“Usaha itu dimulai dari lingkup kita dulu, baru keluar. Semua usaha pasti ada prosesnya,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan, “Kunci usaha menurut saya adalah usaha yang dimulai dan bertahan. Meski punya ide banyak di kepala, tapi kalau nggak dimulai ya percuma.”
Menurut Kak Elva, modal besar bukanlah syarat utama dalam memulai usaha. Yang terpenting adalah kemauan dan strategi yang tepat. Ia pun membagikan kiat-kiat praktis seputar pemasaran, promosi, hingga bagaimana menghadapi tantangan dalam menjalankan bisnis.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan hangat dari para peserta. Banyak siswa mengaku termotivasi dan mulai berpikir untuk mengambil langkah kecil dalam memulai usaha.
“Kegiatan ini meningkatkan motivasi saya terhadap usaha kecil-kecilan dan menambah pengetahuan tentang bagaimana usaha bisa dimulai sejak sekolah, tanpa menunggu lulus atau menunggu masa tua,” ujar salah satu peserta.
SMA Negeri Klakah terus berkomitmen mendorong siswa menjadi generasi mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Program Pendekar Kreatif Double Track menjadi bukti nyata bahwa berwirausaha bukan lagi sekadar impian, melainkan peluang yang bisa dimulai dari lingkungan sekolah.




